5 Trik Mudah Print Kaos Gradasi Dengan AcroRIP

5 Trik Mudah Print Kaos Gradasi Dengan AcroRIP

Menggunakan software acroRIP saat sablon kaos DTG adalah suatu hal yang wajib dan tidak bisa ditinggalkan. Menggunakan software acroRIP sangat cocok sekali digunakan untuk printer DTG yang memiliki basic printer EPSON 1390, dimana dengan adanya software acroRIP pengguna mesin printer DTG local bisa leluasa mengatur / menyesuaikan prosentase tinta yang dingingkan (seberapa tebal warnanya / ingin sedikit dipudarkan). NB : (Disarankan menggunakan software Acrorip 7.0.9 untuk sablon kaos DTG, agar hasil lebih maksimal)

Nah, mengingat banyak pengguna printer DTG sering mengalami “Saya mencoba print gradasi menggunakan printer DTG kok hasilnya kurang bagus yah, tintanya  kurang pekat dan gradasinya juga tidak nampak ?”. Mungkin anda salah dalam settingan pada software acroRIP nya sehingga gradasi / warna tipis-tipis tidak bisa terbaca oleh acroRIP dan hasil cetak kaos DTG kurang maksimal.

Trik Mudah Print Kaos Gradasi Dengan acroRIP

Proses Pre-Treatment

Perlu diperhatikan ketika menggunakan cairan treatment local alangkah lebih baiknya dilakukan pengulangan 2 kali dengan disemprot tipis-tipis secara merata pada bagian permukaan kaos. Kalau hanya sekali semprot saja langsung semprot cairan treatment tebal, nanti hasilnya kurang optimal.

Sebisa mungkin ruangan untuk treatment kaos harus diruangan terpisah, agar tidak menyebabkan kebuntuhan head printer DTG. Dan jangan lupa setiap melakukann proses treatment menggunakan masker hidung yah, karena cairan treatment bahaya bila terhirup. Langkah treatment kaos secara benar :

  • Bentangkan kaos pada tatakan kaos yang berukuran A3/A4, rapikan ! Dan pastikan permukaan kaos rata secara keseluruhan
  • Lalu ambil dan kocok cairan pre-treatment, agar cairan di dalam botol merata tidak ada endapan
  • Masukan ke dalam kompresor, dan pastikan kompresor sudah siap digunakan !
  • Mulailah menyemprotkan cairan pre-treatment
  • Jangan terlalu tebal, tipis-tipis saja, asalakan merata secara keseluruhan dan pori kaos tertutup
  • Setelah di semprot, gosok dengan spon (gosok kearah bawah dan searah) untuk menekan cairan pre-treatment masuk kedalam pori-pori kaos dengan maksimal, dan cairan tersebut sudah terserap dengan baik. (Lakukan 2x semprot dan gosok)
  • Finally, press kaos hasil pre-treatment menggunakan mesin hot press dengan suhu 160⁰ timer 30 detik
Proses Print Kaos DTG
  • Letakkan dan bentangkan kaos pada tray / tatakan
  • Pastikan saat meletakkan kaos pada tatakan sudah rapat, rata sehingga tidak ada permukaan kaos yang bergelembung
  • Pastikan jarak head dengan kaos / dengan tatakan kaos ±3ml

NB: Kalau jarak terlalu jauh akan blur, tetapi kalau terlalu dekat bisa menyentuh head dan akan menyentuh dikaos.

Perlu diingat disini kami mencoba print kaos DTG dengan file desain gambar gitar ber-api dengan gradasi asap yang super tipis dengan menggunakan mesin printer DTG New Transformer.

Proses Setting AcroRIP
  • Siapkan file cetak yang sudah siap diedit
  • Buka software acroRIP, dan pastikan anda sudah memiliki 2 gambar yang sudah siap cetak (satu save gambar hitam putih dan yang satunya save gambar berwarna dengan format save .PNG dengan ukuran gambar yang sama)
  • Dan untuk teknik agar warna semburan api dengan gradasi super tipis terbaca pada software acroRIP caranya menggunakan kedua gambar hitam putih dan gambar asli dengan full colour yang tadi sudah di save gambar asli format .PNG yang sudah dihilangkan backgroundnya dengan ukuran gambar yang sama.
Langkah 1. Print Warna Putih
  1. Masuk ke menu white
  2. Settingan yang dipakai adalah “white gradiant positif” karena kita akan menggunakan settingan print warna putih dulu sebagai alasnya.
  3. Mengingat print head sudah berusia 4 bulanan, settingan white yang digunakan 160. Dinaikkan karena printhead sudah berusia sehingga perlunya menaikkan settingan agar tinta putih pekat.

NB: Namun jika kebutuhan hanya untuk cetak kaos satuan / tidak banyak dan kondisi print head sudah berusia tua sebaiknya pakai settingan 140 saja sudah cukup baik

  1. Kemudain settingan colour pakai 80, kalau settingan colour dinaikkan/ tinggi hasil nya nanti akan gelap
  2. Masuk di menu printer, pakailah resolusi white 1440 X 1440 dbpi. (Sebenarnya bisa juga bila anda menginginkan hasil yang bagus pakai settingan yang photograph putihnya diturunkan jadi sekitar 130. Tetapi lebih amannya disini kami menyarankan menggunakan settingan standart saja.)
  3. Lalu, jangan lupa pakai dot tipe print putih (wajib). Kalau tinta putih pakai yang lats dot nya.
  4. Finally, print dan tunggu proses nya yah !
Langkah 2. Print / Settingan colour

Sembari menunggu proses print kaos dengan warna tinta putih, perhatikan juga, posisi file gambar  hitam putih/ berwarna sudah memiliki ukuran yang sama yakni output position X:2.700 ; Y:0.500 dan oytput size width 28.285 ; Height 40.000

  1. Untuk settingannya tetap sama seperti gambar hitam putih tadi, masih pakai yang settingan colour 80.
  2. Kemudian langsung print. (karena kita menggunakan printer DTG New Transformer setelah proses print tinta putih selesai, mesin akan sudah otomatis bisa melakukan proses print colour tanpa harus menekan tombol lagi).
  3. Dan tunggu saja proses print kaos colour selesai.

Informasi saja untuk teman-teman pengguna printer DTG, apabila menggunakan software acroRIP bagian file dengan gradasi paling tipis kecil tetap akan terbaca dengan jelas. Tetapi kemungkinan juga tidak bisa terdeteksi, oleh karena itu harus setting dengan benar dan pakai settingan 2 layer gambar yang satu save hitam putih dan gambar kedua save .PNG dengan menghilangankan background. Ini sangat penting wajib diperhatikan ! Kalau teman-teman setting pakai photograph diawal tadi juga bisa, hasil lebih bagus dan pekat juga, tetapi proses print akan lambat sekali.

Proses Penetralisir Tinta DTG Dengan Hotgun
  • Jangan langsung angkat kaos dari tatakan / tray kaos yahh !!
  • Next, lakukan pengeringan kaos DTG dengan menggunakan HOTGUN RIEGUN. Ini berfungsi agar tinta benar-benar kering sebelum nantinya akan diangkat dan di pindah pada mesin press kaos.
  • Setelah tinta DTG pada kaos sudah sedikit mengering, langsung angkat kaos dari tatakan/ tray kaos

Disini untuk pemakaian hotgun hanya membutuhkan daya listrik 300-400 watt saja, jadi bagi jasa sablon kaos segeralah memiliki alat hotgun riegun untuk menetralisir penurunan warna, Membantu pengeringan hasil print pada kaos agar tidak blobor pada bagian sisi-sisi kaos lainnya dan membantu pengeringan hasil print pada kaos sebelum proses press kaos.

Proses Finishing Dengan Cairan Epoxy
  • Letakkan kaos hasil sablon DTG tadi pada papan / tatakan yang tadi digunakan pada saat proses pre-treatment
  • Kemudaian, ambil dan kocok cairan Epoxy, agar cairan di dalam botol merata tidak ada endapan
  • Masukan ke dalam kompresor, dan pastikan kompresor sudah siap digunakan !
  • Mulailah menyemprotkan cairan Epoxy pada bidang gambar nya saja yah ! Tidak perlu permukaan kaos disemprot cairan Epoxy
  • Angkat kaos !
  • Press kaos menggunakan mesin hot press dengan suhu 160⁰ timer 30 detik (ulangi 2x) untuk memastikan agar gambar benar-benar menempel sempurna

Manfaat menggunakan cairan epoxy sebagai finishing print sablon kaos gradasi supaya bisa memberikan finishing dengan hasil kaos yang baik, selain itu juga sebagai penguat tinta textile DTG yang sudah merekat pada kaos agar awet, tidak ada penurunan warna yang drastis dan warna tetap terang/ cerah, tidak luntur bila dicuci dan menahan tinta textile DTG untuk tetap menempel kuat pada permukaan kaos.

Dan lihat, inilah hasil akhir proses print kaos gradasi dengan tampilan yang bagus, tinta yang pekat, dan asap tipis dari gitar berapi ini terlihat jelas menyerap pada pori-pori kaos. Ini sangat menakjubkan untuk dicoba. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca 😉

About the author

bengkelprint

View all posts